Salam Sampai Jumpa

Sama seperti malam-malam sebelumnya, seperti bulan yang tak pernah lagi datang. Mungkin malam memang akan tetap hitam. Semua masih sama, namun tetap saja ada yang hilang. Seperti matahari yang merasa sepi meski jutaan bintang menemani. Aku rindu malam yang biasanya. Dimana selalu kau panggil namaku syahdu, dimana selalu kau kutip pesan rindu untukku. Dimanakah suara-suara itu sekarang?

Sesekali ingin sekali kujemput rindu. Tapi apakah ada rindu untukku? Perasaanmu itu mungkin saja telah hilang sebelum sempat kugenggam. Aku tak menyangkal bahwa aku terjatuh, haha terjembab tepatnya. Mungkinkah hatiku jatuh kepada orang yang salah?

Tidak pernah ada kata salah dalam mencinta. Yang salah adalah bila kau membohongi sendiri bahwa kau mencintai seseorang, seperti kamu. Ya, kamu yang tak pernah mengaku. Atau memang tak pernah adakah rasa itu? Dan aku adalah satu dari puluhan orang gadis mainanmu? Oh, indahnya jadi lelaki.

Sesekali aku tentu ingin tahu apa alasanmu tak datang lagi. Ternyata benar dugaanku,, ada yang lain, ada yang baru. Kau seharusnya tahu aku cemburu, lantas untuk apa selalu kau sundut api cemburu itu? untuk apa selalu kau pancing amarahku? Mengapa harus terus menusuk-nusuk perasaanku seperti ini?

Kepergianmu yang aneh dan begitu saja adalah pelajaran bagiku. Pelajarannya, kepergianmu adalah sebuah pembuktian dan tak perlu disesali. Karena ternyata aku tak sespesial itu bagimu. Jadi silahkan pergi. Silahkan kembali lagi jika kau menyesal dan (perasaan) aku telah menjadi pelajaran bagimu. Sampai jumpa!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s