Penuh Ludah

Tidak ada basa-basi lagi.
Langsung pada pertanyaan besar yang akhirnya ingin kutanyakan kepadamu. Jelaskan padaku atas dasar apa aku harus terus membelamu di depan semua orang dan berkata bahwa kamu baik? Dan dengan alibi apa sehingga kau bisa berani menepis perkataan orang-orang bahwa kau tidak jahat? Mereka hanya mengatakan apa yang mereka lihat. Jangan pernah salakan mereka. Lalu kau salahkan aku? Jelaskan padaku untuk suatu apa aku harus terus melindungimu sementara kau membunuhku dari kejauhan? Kau bahkan yang membakar dirimu sendiri dan sekrang kau ajak aku merasakan panasnya? Aku bahkan dengan tangis yang berderai terus meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu tak seburuk itu, namun di saat yang bersamaan yang kau lakukan tak ubahnya kotoran sapi. Pembelaan apalagi? Kamu baru saja menjilat ludahmu sendiri, wahai hewan penuh ludah. 
Aku anak baru di dunia ini. Seharusnya aku dengarkan kata orang. Omongan mereka yang sejak dulu tak pernah kupercaya kebenarannya, tapi ternyata, sayangnya, mereka lebih jujur, mereka lebih peduli, mereka bahkan lebih baik dari dirimu yang terus menerus menyalahkan mereka seperti sampah. Sayangnya mereka terlalu bodoh untuk tidak mengambil kesimpulan dari perbuatan yang kau lakukan sendiri, secara terang-terangan, di depan siapapun. Mungkin kau terlalu apatis terhadap orang lain. ya, beigtulah kamu. Merasa dunia ini hanya milikmu sendiri. Dunia adalah milikmu seorang. Kau selalu egois. Begitu juga dalam bermain hati. 
Kamu tidak pernah benar-benar mencintaiku. Selama ini aku kemana saja hingga baru tersadar. Kau hanya membutuhkan seorang wanita selayaknya orang yang kau butuhkan. Ketika aku harus menjadi seperti apa yang kau mau. Persetan dengan semua kesabaran dan cara baikmu. Ujungnya, kau tetap menuntut. Aku hanya selingan bagi kisah cintamu yang panjang dan waktu itu mencapai masa jenuh. Kau tidak pernah benar-benar mencintai diriku, pribadiku. Kau tidak pernah benar-benar memahami kesukaanku. Kau tidak pernah benar-benar mempelajari keseharianku. Kau hanya memburu wanita sebagai pelepas nafsu. Kau hanya mencari nya untuk berbagi dan dibagi sesukamu, semaumu, dan menjadikan mereka seperti apa yang kau mau.
Sudah, sudah. Jangan besar kepala mengenai perasaanku. Orang baik hanya untuk yang baik. Orang jahat juga begitu. Jadi, mungkin memang kamu berjodoh dengannya. Doaku hanya, semoga kalian bahagia dan masuk surga bersama.
 
Amin


“I f a man wants you, nothing can keep him away. 
If he doesn’t want you, nothing can make him stay,”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s