Seharusnya

….di  tengah waktu mengerasnya hatiku


Kepada kamu yang seharusnya pergi,

Kemana saja selama ini? Tidak. Maksudku, bagaimana bisa kau berbuat segalanya, sebegini jahatnya padaku? Apakah tak cukup semua pengorbanan yang kulakukan untuk melupakanmu? Ya, aku melupakanmu sekeras itu. Bayang-bayangmu.

Ketika aku sudah tenang, kau datang lagi. Dengan sepatah kata maaf yang seperti tulus dari dasar hati. Dasar aku. Bodohnya mau saja terus jatuh ke dalam jebakanmu. Benar saja, beberapa saat setelah itu kau membuatku terjatuh lagi. Aku yang tadinya di atas langit, kau jembabkan lagi ke dasar tanah. Kamu menarik ulur hatiku, kamu tak henti-hentinya melempar dan membanting perasaanku. Kumohon cukup dan pergi saja dengan kebahagiaanmu.

Bahkan untuk mengharap kedatanganmu saja aku sudah tidak lagi. Aku sudah benar-benar ingin melupakanmu. Kamu dengan teganya selalu memaksaku menangis. Menangisi kamu? Apa yang kau bayangkan sampai berbuat sejahat itu? apa yang kau punya sampai kau bisa melakukan hal setega itu? aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Tapi aku selalu menyesal pernah menjadikanmu segalanya, dulu. Kau ternyata palsu.

Kau mau membuat hatiku jadi apa lagi? kau mau merusak hidupku jadi seperti apa lagi? Coba aku tanya, apa kau yakin, orang-orang sekarang membencimu karena aku? Coba sekali-kali gunakan otak dan perasaanmu secara bersamaan. Setidaknya, jika kau hanya bisa menggunakan salah satu, gunakanlah secara benar dan maksimal. Jangan meggunakannya secara terbalik.

Pergi saja, sejauh mungkin. Aku ingin bahagia walau tanpamu. Aku ingin bahagia sepertimu.
“My heart was taken by you
 and broken by you”

One thought on “Seharusnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s