Mama

Ketika kita tidak bersentuhan dengan dunia lain selain dunia nyata….
–tidak juga dengan dunia maya–
bisa jadi karena kita sedang terlalu bahagia dengan segala yang nyata.
Dua bulan ini, aku berpulang kepada mama.
Butuh waktu 20 tahun untuk akhirnya mengerti cinta yang ia berikan.
Teman datang silih berganti, datang dan pergi, bahkan terkadang meninggalkan kecewa di hati. Tapi peluk mama selalu ada. Dan kita sering tidak menyadarinya.
Mulai hari ini dalam setiap doaku, 
ada harapan untuk bisa hidup lebih lama.
20 tahun lagi, atau kelipatannya.
Untuk mengganti balas budi yang belum pernah ditunjukkan secara nyata: Berbakti.
Kurasa kau tau bahwa aku benar-benar sudah mencintaimu, Mama.

“There was so many times  
looking back when I was so afraid 
and then you come to me 
and say to me 
I can face anything”