Cinta yang Salah

Kau tahu dirimu sedang mencintai orang yang salah saat semua jalan terasa menyulitkan. Pada awalnya semua terasa sebagai cobaan yag sewajarnya muncul dalam sebuah hubungan. Pikir kita, semua akan baik-baik saja bila dilalui bersama. Terasa mudah. Dan itu sama sekali salah. Mencintai orang yang salah hanya membuatmu cidera. Kamu hanya sedang melukai dirimu sendiri, dalam jalan yang sebenarnya bukan haluanmu. 
Bukankah cinta akan mempermudah segalanya? Bukankah cinta hanya akan ciptakan bahagia? Namun, cinta tak bisa hanya sebelah saja. Dan cinta yang separuh bagai buruh dengan sebelah sayap. Tidak akan bisa terbang meski sudah usianya. 
Tuhan selalu punya berbagai cara untuk menyampaikan isi hati-Nya. Tuhan selalu menyebarkan berjuta tanda untuk menyatakan ketidaksetujuan-Nya. Biasanya, kita hanya melihatnya sebelah mata. Tidak menyadarinya. Buta dengan ego yang seharusnya tidak dipelihara, sehingga masing-masing kita akan bertuhankan dengan hasrat. Dituhani keinginan yang fana dan bersifat sementara.
Cinta sejati akan selalu menjaga, bukan memaksamu terseok untuk berjalan mengimbanginya.
Mencintai orang yang salah bukanlah berada di jalan yang seharusnya.

“Open your eyes, look within. Are you satisfied with the life you’re living?”
– Bob Marley