Hilang

Alkisah di sebuah pagi, Jacqueline terbangun. Berlarian ke seluruh penjuru apartemennya, menyusuri lorong demi lorong, memutar ke halaman tempat tinggalnya, tergesa menuju parkiran. Namun ia tidak menemukannya. Ia bergegas merapikan diri, mengarungi hari-hari dengan segera, masih mencari. Tidak jua bertemu. Jacqueline merasa haus, karena terlalu lama menahan rindu. Jiwanya hilang, seperti tengah berjalan tanpa berpijak. Jacqueline merasa lelah, karena rasa cintanya berbuah duka. Usahanya sia-sia. Jacqueline berusaha berlari menuju malam, segera terpejam, mungkin bisa menemukan pria itu di sana. Di malam-malamnya yang baru-baru ini terasa menyiksa bagai nestapa. Atau mencarinya ke mana pun sesegera mungkin, secepat apapun dia bisa berlari, dengan sisa tenaga yang ia punya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s