Sajakrasa290917

Jangan pernah mengambinghitamkan kata perjuangan
BJ Habibie meraih mimpi setelah berhasil memenangkan liku cintanya
Rangga berusaha berdusta, menyebrang benua hingga terlampau masa
Namun semesta menghadiahkan kesetiaannya dengan cinta
Ketakutan membelenggumu dan kau memilih tak berdaya
Layaknya Air Mata yang harus diseka
Semua ada harganya
Termasuk perasaan yang kau dustakan

 

Menemukan Guru Privat Berkualitas di Ruangguru

Sejak lulus dari UI, sering banget ditanya apa tips-nya biar bisa masuk UI. Khususnya perihal: Dulu les di mana? Ambil program apa? Berapa lama?

Bicara soal les bimbel, dulu aku memang pernah ikut bimbel di Nurul Fikri khusus untuk program persiapan ujian masuk PTN. Waktu itu cuma les sebentar karena les bimbel menurutku kurang efektif, jadi ending-nya aku belajar sendiri. Mau privat pun bingung karena aku rada picky untuk milih guru. Kalau ditanya kira-kira sebaiknya ambil les di mana, aku nggak menyarankan les bimbel karena berdasarkan dari pengalaman yang pernah kupunya, menurutku jauh lebih efektif untuk les privat. Pertanyaannya, di mana kita bisa menemukan guru privat yang berkualitas? Aku akan bahas nanti, sambil menjelaskan tiga poin utama kenapa les bimbel kurang efektif berdasarkan dari pengalamanku les di Nurul Fikri:

SATU. Dari segi pengajar, les bimbel menyediakan guru-guru yang kita sama sekali nggak tau latar belakangnya dan nggak bisa milih juga, sementara nggak semua guru akan cocok cara mengajarnya dengan kita. Les privat tentu lebih meyakinkan, tapi masalahnya, cari guru privat yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan kita nggak semudah itu. Kita harus tau beberapa hal utama tentang calon guru seperti lulusan mana, metode belajarnya seperti apa, dan track record mengajarnya (ini penting banget kalau kita dapat rekomendasi guru privat dari mulut ke mulut).

Enaknya kids zaman now, saat ini makin banyak fasilitas belajar online seperti halnya Ruangguru. Aku sebut Ruangguru karena memang menurutku Ruangguru adalah jasa les online yang paling bagus dari yang lain. Keunggulan yang paling menguntungkan ya itu tadi, kita bisa pilih guru privat yang kita mau dilihat dari lulusan mana, bahkan banyak juga yang lulusan luar negeri, seperti Monash University, University of Stavanger Norway, Madison Collage, dll. Selain jelas berasal dari kampus mana, setiap guru di Ruangguru juga memiliki review dari murid atau orang tua murid. Bukan sekadar rating berupa angka, review juga berupa penjelasan mengenai pengalaman belajar murid bersama sang guru. Ada juga detail tarif mengajar yang sangat berguna untuk disesuaikan dengan kemampuan kita membayar. Dari detail-detail itu murid bisa bebas memilih guru yang mana untuk menjadi mentor privat. Nggak akan ada lagi istilah beli kucing dalam karung. Masalah terbesar telah terpecahkan!

DUA. Les bimbel itu capek. Pertama, jadwal sudah ditentukan dan nggak bisa diganggu gugat. Kebayang kan setelah seharian belajar ditambah pendalaman materi IPA untuk persiapan Ujian Nasional (karena waktu itu ambil jurusan IPA), masih harus belajar lagi di tempat bimbel sampai malam. Kadang muncul niat jahat buat bolos dan istirahat aja di rumah. Daripada dipaksa terus jadi sakit, kan? Kedua, waktu itu aku ngalamin les pindah-pindah cabang. Hari ini di Nurul Fikri cabang Rawamangun, besoknya di Nurul Fikri cabang Cempaka Putih karena ingin konsultasi dengan seorang guru yang hari itu adanya di cabang lain. Hal begini yang nggak akan terjadi kalau kita les privat di Ruangguru. Kapan pun dan di mana pun kita bisa konsultasi jika sudah buat appointment dengan guru (bahkan komunikasi dapat langsung dilakukan melalui chat). Nggak akan ngerasa capek lagi, karena les bisa dilakukan di rumah dengan hanya bermodalkan koneksi internet. Sesimpel itu!

TIGA. Ini faktor ketiga yang nggak kalah penting. Sebagai orang yang gampang bosan, les bimbel adalah hal yang sangat mubazir karena metode pengajaran umumnya sama dengan di sekolah; yaitu penuturan. Asiknya di Ruangguru, metode belajar jauh lebih menarik karena disediakan video belajar berbentuk animasi. Kalau butuh diulang, tinggal repeat videonya. Beberapa video bahkan juga disediakan di Youtube dan bisa diakses secara gratis oleh siapa saja, sekalipun bukan pengguna aplikasi Ruangguru. Bukan sebagai murid aja bisa kebantu banget belajar via Youtube Ruangguru, apalagi kalau jadi murid, kan?

Itu dia tiga hal utama yang bisa digunakan sebagai pertimbangan mengapa les bimbel kurang efektif. Lagi-lagi, ini berdasarkan pengalamanku, jadi mungkin berbeda dengan orang lain. Kesimpulannya, belajarlah dengan guru privat yang sudah teruji kualitasnya seperti ruang les yang ada di Ruangguru. Sebenarnya, masih banyak keunggulan Ruangguru yang belum aku jabarkan, seperti website yang mudah dipahami, selalu update kurikulum terbaru, dan dapat menjadi ruang belajar untuk semua kalangan dari mulai usia SD sampai kebutuhan umum. Apalagi buat yang juga kepengin masuk UI, bisa langsung privat dengan alumni UI yang ada di Ruangguru. Bahkan ada juga lulusan PTN favorit lainnya seperti ITB, UNJ, UPI, dan lain-lain. Sambil belajar juga bisa sharing seputar dunia perkuliahan, enak kan?

Selamat belajar dan semoga nanti kamu juga bisa pakai jaket kuning ya!

 

 

 

 

Masih Sama

Sekali lagi, namamu menyeruak di setiap jeda dalam napasku. Lebih lagi, bayang tentangmu mengombak mencipta gejolak di dada. Dunia serta-merta benderang, bahkan langit sore menjatuhkan bintang-bintang.

Sementara kau tersisip menjelma rindu dalam spasi-spasi rangkai kata yang kucipta. Aku kini memiliki hobi baru, mereka-reka setiap waktu apa yang sedang ada dalam pikirmu. Adakah aku terbersit di dalamnya?

Pertemuan denganmu menjadi ritual yang paling kutunggu, sering kali membuat resah dan gelisah, namun aneh terasa semua berlalu begitu cepat tatkala kita tengah berjumpa. Kemudian yang bisa aku lakukan hanya bersabar untuk pertemuan berikutnya.

Kita serupa aktor melodrama, dan aku benci mengakuinya. Melakoninya adalah satu-satunya cara yang kubisa, meski sering kali bahagiaku diputar-balik praduga. Aku ternyata menginginkanmu sebanyak yang tak kuduga, tanpa kusadari doa-doaku menjadi lebih panjang dari biasanya. Namamu berulang kali dipantulkan benakku sendiri, terpantul berkali-kali di telinga dan di hati. Hanya saja pada hati, tertinggal juga debar yang tak kumengerti.

Aku tak ingin bermain judi. Maka dari itu, ada kah buku petunjuk yang akan mengantarkanku ke mana seharusnya aku melabuhkan diri? Jika salah jalan kutempuh, akankah kita berjumpa di persimpangan jalan dan pulang bersama?

Segala yang pernah terasa tak mungkin kini menjadi ingin. Melihatmu berjuang keras membuatku ingin menjadi pendukung paling utama. Segala mimpi yang kau cita-citakan seperti ingin kubantu untuk wujudkan, karena mimpi kita selaras nyatanya.

Aku melihat masa depan pada kedua mata yang kaupunya. Bagian ini tak akan bosan kusampaikan, karena memang ia satu-satunya petunjuk yang kudapatkan dengan tanpa kuminta. Segalanya tergambar jelas di sana. Tentang mimpi-mimpimu dan keinginanmu untuk melibatkan aku di dalamnya, namun ada urung di sisi lainnya.

Untuk pertama kalinya, begitu sulit merajut kata kala hati sedang berbunga. Entah karena terlalu bahagia, atau pula karena telah habis daya karenamu. Yang ingin kulakukan hanya melihatmu terus-terusan dari kejauhan, kemudian diam-diam menyimpan senyum  dan menabung rindu satu per satu.

Semestaku mengatakan kita akan dipersatukan masa depan. Notifikasi darimu mungkin akan menjadi satu-satunya pengobat rindu bila hariku tak berhadiahkan temu. Aku tahu semua tak akan melulu berujung kecewa, aku tahu trauma tak selamanya menyisakan duka dan cerita yang hampir sama. Kau — kuyakin — akan menjadi cerita paling sukacita dalam sejarah panjang hidupku nantinya. Dan semua tak hanya tentangmu, melainkan tentang kita dan hal-hal menarik lainnya.

Pada Sepasang Mata

Bertahun-tahun aku bertahan menyimpan elegi tentang seseorang yang tak mau kuingat lagi di satu sudut rahasia. Aku selalu berharap seluruh yang pernah kulakukan akan luruh dan terabaikan. Namun, selalu gagal terlaksanakan. 

Perlahan, saat tak kukehendaki, muncul sebuah tanya yang membuat lega dalam benak tak dinyana. Bayang-bayang kelabu kian sirna di sawang. Butuh triliunan detik untuk aku bisa menerjemahkan konspirasi semesta, yang kala itu paradoks dengan warna langit berwarna nila — seolah sedang berkelahi dengan waktu sehingga lebam seluruh permukaannya. Kembali padamu, pria yang membuat kata-kata jadi tak berharga. Mulai saat itu, saat tatap kita beradu dan seribu kata membeku, batinku kerap menciptakan gema tanpa makna. Atau aku yang terlalu takut untuk dengan baik menyimpulkan maknanya. Berhari-hari setelahnya, kau menjelma poros yang menarik kesemua energi dan emosiku di saat yang sama.

Pada matamu, aku menemukan kisah-kisah bahagia dengan sosok diriku di dalamnya. Aku tak ingin besar kepala, namun matamu mencumbu isi kepalaku berkali-kali dan aku tahu dengan jelas kau sengaja melakukannya. Rasa cemburu muncul satu per satu, semisal saat seluruh waktumu dapat memiliki utuh dirimu sedangkan aku tidak. Juga saat mimpi-mimpimu merebut seluruh perhatianmu sehingga tak ada lagi tersisa untukku. Di antara cabang-cabang dari rencana yang kau punya, aku ingin ada namaku tertulis di salah satu dahannya. Rasa-rasanya, aku jadi tak mengenal diriku sendiri, dalam waktu teramat singkat ini aku begitu yakin ada potangan jiwaku kau miliki. Aku tidak paham bagaimana kau bisa terasa tak asing bagiku. Melihat sosokmu seperti melihat diriku sendiri, teramat aku mengenalinya, atau mungkin lebih tepatnya melihatmu seperti melihat seseorang yang selama ini bersemayam dalam mimpi dan doaku.

Tuan, adalah sebuah kegembiraan yang tenang, membayangkan kita menua bersama-sama dengan kesamaan yang kita punya.

 

Sajakrasa041017

Tak perlu menetap untuk menatap
Sebab kalian telah tinggal di satu sudut dalam otakku
Kita telah saling tahu
Meski aku ingin lebih dari itu
Mengenal baik satu per satu seperti hadiah paling kutunggu
Begitu menyenangkan membayangkan masing-masing kita menggapai cita
Berjumpa di belahan dunia lainnya
Dengan cara yang tak kita duga
Pada nyatanya
Sering kali memang semesta bertindak di luar kehendak
Serupa pertemuan ini yang menjumpa akhir cerita
Namun, untuk diingat, perpisahan hanyalah jeda agar rindu dapat bermakna

Kediri, 04-10-2017