Liburan Ke LN dengan Ikut Program

Saya tidak berasal dari keluarga kaya yang biasa familly holiday ke luar negeri. Buat saya ke luar negeri adalah sebuah kemewahan. Karena saya sangat mencintai travelling dan travelling ke luar membutuhkan biaya tidak sedikit, maka saya cari alternatif dengan mengikuti program-program kepemudaan internasional, seperti Konferensi, Course Program, atau Homestay Program seperti yang baru-baru ini saya ikuti. Jadi, semua orang bisa ke luar negeri, bukan cuma saya!

Saya pernah mengikuti Program Winterkurs di Berlin, Jerman selama kurang lebih empat puluh hari di tahun 2010 dari Goethe Institut yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah Jerman, bahkan para delegasi juga mendapatkan Taschengeld (uang saku) sebesar 75 Euro tiap minggunya. Para delegasi tinggal di asrama Goethe Institut yang memiliki fasilitas lengkap seperti ruang bermain, dapur serta ruang makan, laundry, hingga kebun apel alias ruang komputer yang dapat digunakan oleh para delegasi. Jaman itu internet belum seperti sekarang, tidak semua orang memiliki HP pintar, yang memiliki kamera juga hanya sedikit sekali. Bahkan saya sendiri tidak memiliki ketiganya saat itu. Saya hanya menumpang dari HP teman-teman lain dan mendapatkan foto dari Facebook setelah diunggah mereka. Sedih memang, tapi saya senang dapat terbebas dari keterbatasan itu. Bahwa tidak perlu kaya untuk bisa ke luar negeri ūüôā

Namun saya juga pernah mengikuti program yang biayanya tidak sepenuhnya ditanggung oleh pengada acara. Seperti misalnya  Youth Leadership Homestay Program 2018 di Sydney, Australia kemarin. Program tersebut diadakan oleh Gerakan Mari Berbagi yang salah satu value-nya adalah Volunteering, jadi semua biaya dipikirkan sendiri tidak ada yang dibayari. Mengapa demikian? Alasannya, kita akan lebih menghargai apa yang kita bayar daripada yang gratis. Saya sangat setuju dengan ini. Selain itu, keterbatasan dipercaya membuat kita menjadi kreatif mendadak. Dan terbukti benar pada saya saat itu. Tiba-tiba muncul ide untuk menjahit ini dan ituuntuk saya jual. Maka Para delegasi mengupayakan sendiri biaya untuk perjalanan mereka ke negara tujuan. Meskipun pada akhirnya saya juga mendapatkan sponsor uang saku dan tiket pesawat gratis pulang-pergi. Biaya hidup selama di Aussie yang sangat memakan biaya itu sudah ditanggung host-fam, saya hanya perlu memikirkan biaya visa dan biaya oleh-oleh hehehe.

Intinya, ada berbagai banyak cara untuk bisa ke luar negeri dan mengikuti program internasional. Tidak perlu bingung jika sudah mendaftar berbagai program tapi tidak kunjung diterima. Sekarang ini ada banyak sekali program go-abroad yang dapat membantumu mewujudkan cita-cita itu. Mungkin banyak juga yang memiliki uang cukup untuk berlibur ke luar negeri, tapi ingin ke luar negeri untuk mengikuti suatu program kepemudaan untuk menambah pengalaman, tidak hanya untuk liburan. Saran saya, daftar saja program-program berbayar, jika tidak punya biaya kamu bisa mencari sponsor untuk membantu mewujudkan mimpi itu. Mencari sponsor itu tidak sulit asal tau strateginya. Informasi yang baik adalah informasi yang tersampaikan, tidak hanya dipublikasikan. Menurut saya, kesempatan baik didapatkan orang bukan karena ia mampu, tetapi karena ia banyak mencari informasi. Nah, informasi mengenai acara-acara internasional dapat kamu akses di internet, beberaa bahkan memiliki website khusus seperti Youth Opportunities misalnya (saat ini baru tersedia app untuk android).

Di dalam negeri sendiri ada juga program kunjungan kebudayaan hingga konferens internasional di luar negeri. Seperti Youth Empower, Studec Indonesia, dan lain-lain. Organizer tersebut umumnya memiliki line official atau WhatsApp yang dapat memberikan kamu update informasi terbaru. Bahkan ada juga pula pilihan negaranya, tentunya biaya diberikan tergantung dari negara yang dituju dan berapa lama program akan berlangsung.

Proses yang dilalui masing-masing orang untuk mengikuti program antar negara mungkin saja berbeda-beda, ada yang bayar sendiri ada juga yang mendapat beasiswa full, tapi hal tersebut tidak membedakan tujuan akhir yang akan didapatkan. Ketika sudah ada di dalam CV, bayar atau tidak berbayar tidak akan dipermasalahkan, yang ditanya adalah apa yang kamu dapatkan dari mengikuti program tersebut. Jangan batasi diri kamu dengan hanya mau mengikuti program yang gratis, karena dengan perjuangan lebih untuk sesuatu, saya selalu yakin cerita yang didapatkan juga akan lebih banyak dari itu. Bayar nggak bayar, nggak jadi masalah sama sekali! Apalagi kalau endingnya kamu dapat sponsor yang meng-cover semua kebutuhanmu selama program di luar negeri. Sama aja beasiswa full kan? ūüôā

Siapapun bisa ke luar negeri. Luar negeri itu tidak jauh, tidak mahal. Hanya perlu usaha lebih saja untuk memperjuangkannya. Selamat berjuang untuk kamu semua yang ingin jalan-jalan sambil cari pengalaman! Let’s go abroad!

Ruangguru, Quipper, Zenius, Mau Pilih Mana?

Masih berkaitan dengan postingan sebelumnya tentang les bimbel vs les online, selanjutnya banyak yang tanya lebih bagus mana Ruangguru, Quipper, atau Zenius, karena ketiganya adalah start-up di bidang pendidikan yang dapat membantu belajar via online. Di postingan sebelumnya, aku hanya menyebut Ruangguru karena memang menurutku Ruangguru jauh lebih unggul dari berbagai aspek. Agar lebih afdol, mari kita bedah satu per satu kelebihan dan keunggulan ketiganya.

Di zaman yang serba mudah ini, belajar pun bisa lewat online. Sudah ada beberapa fasilitas belajar berbasis teknologi yang dapat menjadi pilihan, seperti Quipper, Ruangguru, dan Zenius. Namun ketiganya punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Alasan terbesar aku menggunakan Ruangguru adalah karena hanya ia yang memiliki fasilitas belajar IELTS/TOEFL, sehingga bukan hanya anak sekolah, (former) karyawan seperti aku pun bisa belajar di Ruangguru. Apalagi sekarang semua orang dewasa membutuhkan sertifikat IELTS/TOEFL, baik untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau melamar kerja. Lain dengan Ruangguru, Zenius dan Quipper hanya fokus kepada materi belajar sekolah dari mulai SD hingga SMA. Ruangguru menyediakan fasilitas belajar untuk usia yang lebih beragam, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga umum.

Home Zenius yang terlalu monoton namun simpel

 

Home Ruangguru dengan slide bar yang lumayan membantu karena fasilitas yang diberikan cukup banyak

 

Home Quipper dengan Maudy Ayunda sebagai pemanis laman

Bicara soal harga, Ruangguru memang sedikit lebih mahal dibanding Zenius, tapi kualitas guru dan fasilitas yang diberikan jauh lebih berkualitas dan lengkap. Ibarat kata, ada uang ada barang. Guru-guru di Ruangguru lebih interakif dibanding yang lainnya, bahkan dibandingkan Quipper yang  menurut saya gurunya terlalu bertele-tele ketika mengajar.

Meskipun ketiganya adalah perusahaan teknologi, ternyata nggak semuanya punya aplikasi yang mumpuni. Quipper punya aplikasi, namun masih jauh lebih bagus aplikasi milik Ruangguru, yang mudah digunakan dan tampilannya lebih wow. Bahkan Zenius tidak punya aplikasi meskipun sudah lebih lama muncul dibanding yang lain, yaitu sudah sepuluh tahun semenjak awal didirikan.

Sebagai media belajar visual, tentu video jadi penilaian utama sebagai sarana penunjang belajar. Video yang ditawarkan oleh Ruangguru jelas lebih menarik karena menggunakan animasi, itu juga salah satu alasan yang mungkin bikin aplikasi Ruangguru lumayan berat, coba deh cek di ruang belajarnya. Sementara video yang diproduksi Quipper menurutku terlalu lama dan kadang bahkan tidak ada judul, pun video di Zenius terlalu monoton karena dibuat hanya dari tulisan tangan.

Contoh fasilitas Ruangbelajar milik Ruangguru. Benar-benar seperti tatap muka dengan guru di kelas kan?

Sayangnya, banyak yang belum tau soal Ruangguru. Orang-orang mungkin lebih kenal Quipper karena dipormosikan dengan Maudy Ayunda sebagai brand ambassador. Quipper pun lebih banyak iklannya dan gencar melakukan roadshow ke sekolah-sekolah. Meskipun Ruangguru lebih unggul dari berbagai sisi, soal pemasaran saya akui memang belum semaksimal yang lain.

Dari semua perbandingan di atas, sudah sangat jelas merk mana yang lebih unggul. Itulah alasannya kenapa saya sangat mengungguli Ruangguru dibanding yang lainnya. Ruangguru pun jauh lebih mudah digunakan dan dapat diakses di mana saja dari mulai PC, Android, maupun Apple. Fasilitas dan layanan yang diberikan juga jauh lebih baik dibanding yang lainnya. Aplikasi Ruangguru benar-benar mempermudah siapapun untuk belajar dan bisa dianggap sebagai revolusi pendidikan abad 20-an. Salut buat Belva dan Iman Usman sebagai Co-founder Ruangguru!

 

 

Menemukan Guru Privat Berkualitas di Ruangguru

Sejak lulus dari UI, sering banget ditanya apa tips-nya biar bisa masuk UI. Khususnya perihal: Dulu les di mana? Ambil program apa? Berapa lama?

Bicara soal les bimbel, dulu aku memang pernah ikut bimbel di Nurul Fikri khusus untuk program persiapan ujian masuk PTN. Waktu itu cuma les sebentar karena les bimbel menurutku kurang efektif, jadi ending-nya aku belajar sendiri. Mau privat pun bingung karena aku rada picky untuk milih guru. Kalau ditanya kira-kira sebaiknya ambil les di mana, aku nggak menyarankan les bimbel karena berdasarkan dari pengalaman yang pernah kupunya, menurutku jauh lebih efektif untuk les privat. Pertanyaannya, di mana kita bisa menemukan guru privat yang berkualitas? Aku akan bahas nanti, sambil menjelaskan tiga poin utama kenapa les bimbel kurang efektif berdasarkan dari pengalamanku les di Nurul Fikri:

SATU. Dari segi pengajar, les bimbel menyediakan guru-guru yang kita sama sekali nggak tau latar belakangnya dan nggak bisa milih juga, sementara nggak semua guru akan cocok cara mengajarnya dengan kita. Les privat tentu lebih meyakinkan, tapi masalahnya, cari guru privat yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan kita nggak semudah itu. Kita harus tau beberapa hal utama tentang calon guru seperti lulusan mana, metode belajarnya seperti apa, dan track record mengajarnya (ini penting banget kalau kita dapat rekomendasi guru privat dari mulut ke mulut).

Enaknya kids zaman now, saat ini makin banyak fasilitas belajar online seperti halnya Ruangguru. Aku sebut Ruangguru karena memang menurutku Ruangguru adalah jasa les online yang paling bagus dari yang lain. Keunggulan yang paling menguntungkan ya itu tadi, kita bisa pilih guru privat yang kita mau dilihat dari lulusan mana, bahkan banyak juga yang lulusan luar negeri, seperti Monash University, University of Stavanger Norway, Madison Collage, dll. Selain jelas berasal dari kampus mana, setiap guru di Ruangguru juga memiliki review dari murid atau orang tua murid. Bukan sekadar rating berupa angka, review juga berupa penjelasan mengenai pengalaman belajar murid bersama sang guru. Ada juga detail tarif mengajar yang sangat berguna untuk disesuaikan dengan kemampuan kita membayar. Dari detail-detail itu murid bisa bebas memilih guru yang mana untuk menjadi mentor privat. Nggak akan ada lagi istilah beli kucing dalam karung. Masalah terbesar telah terpecahkan!

DUA. Les bimbel itu capek. Pertama, jadwal sudah ditentukan dan nggak bisa diganggu gugat. Kebayang kan setelah seharian belajar ditambah pendalaman materi IPA untuk persiapan Ujian Nasional (karena waktu itu ambil jurusan IPA), masih harus belajar lagi di tempat bimbel sampai malam. Kadang muncul niat jahat buat bolos dan istirahat aja di rumah. Daripada dipaksa terus jadi sakit, kan? Kedua, waktu itu aku ngalamin les pindah-pindah cabang. Hari ini di Nurul Fikri cabang Rawamangun, besoknya di Nurul Fikri cabang Cempaka Putih karena ingin konsultasi dengan seorang guru yang hari itu adanya di cabang lain. Hal begini yang nggak akan terjadi kalau kita les privat di Ruangguru. Kapan pun dan di mana pun kita bisa konsultasi jika sudah buat appointment dengan guru (bahkan komunikasi dapat langsung dilakukan melalui chat). Nggak akan ngerasa capek lagi, karena les bisa dilakukan di rumah dengan hanya bermodalkan koneksi internet. Sesimpel itu!

TIGA. Ini faktor ketiga yang nggak kalah penting. Sebagai orang yang gampang bosan, les bimbel adalah hal yang sangat mubazir karena metode pengajaran umumnya sama dengan di sekolah; yaitu penuturan. Asiknya di Ruangguru, metode belajar jauh lebih menarik karena disediakan video belajar berbentuk animasi. Kalau butuh diulang, tinggal repeat videonya. Beberapa video bahkan juga disediakan di Youtube dan bisa diakses secara gratis oleh siapa saja, sekalipun bukan pengguna aplikasi Ruangguru. Bukan sebagai murid aja bisa kebantu banget belajar via Youtube Ruangguru, apalagi kalau jadi murid, kan?

Itu dia tiga hal utama yang bisa digunakan sebagai pertimbangan mengapa les bimbel kurang efektif. Lagi-lagi, ini berdasarkan pengalamanku, jadi mungkin berbeda dengan orang lain. Kesimpulannya, belajarlah dengan guru privat yang sudah teruji kualitasnya seperti ruang les yang ada di Ruangguru. Sebenarnya, masih banyak keunggulan Ruangguru yang belum aku jabarkan, seperti website yang mudah dipahami, selalu update kurikulum terbaru, dan dapat menjadi ruang belajar untuk semua kalangan dari mulai usia SD sampai kebutuhan umum. Apalagi buat yang juga kepengin masuk UI, bisa langsung privat dengan alumni UI yang ada di Ruangguru. Bahkan ada juga lulusan PTN favorit lainnya seperti ITB, UNJ, UPI, dan lain-lain. Sambil belajar juga bisa sharing seputar dunia perkuliahan, enak kan?

Selamat belajar dan semoga nanti kamu juga bisa pakai jaket kuning ya!

 

 

 

 

Naik Gunung Saat Menstruasi

Udah bikin rencana naik gunung dari jauh-jauh hari tapi ternyata si “bulan”datang?

Sesuai request, saya tulis postingan ini agar teman-teman nggak perlu panik, semua akan baik-baik aja asal kita antisipasi sejak awal. Saya pribadi justru lebih sering naik gunung pas lagi menstruasi. Bukan disengaja, tapi memang menstruasinya yang kadang kecepetan dateng jadi nggak sesuai dengan perhitungan. Keseringan naik gunung pas lagi menstruasi justru jadi hal yang wajar dan menyenangkan buat saya, mungkin karena sudah tahu apa saja yang harus saya persiapkan. Selama ini saya menerima banyak¬†pertanyaan dari teman-teman pendaki perempuan seputar mendaki saat menstruasi. Mari kita breakdown di sini….

  1. Mendaki saat menstruasi, boleh nggak sih?

Banyak yang bilang, jika saat hari keberangkatan ternyata kita menstruasi, maka lebih baik pendakian dibatalkan saja. Hal ini umumnya ditujukan kepada hal-hal mistis, yang sangat lekat dengan gunung. Menurut saya, semua kembali ke kepercayaan masing-masing dan bagaimana menyikapinya. Alangkah lebih baik jika kita lebih fokus pada dampak apa saja yang dapat muncul jika mendaki selama menstruasi dan bagaimana mengantisipasinya, khususnya faktor pribadi. Jika teman-teman beragama muslim, maka sangat disarankan untuk memperbanyak dzikir selama pendakian, sebagai pengganti ibadah solat wajib yang tidak bisa ditunaikan.

 

2. Baru pertama kali naik gunung, pas menstruasi pula. Gimana dong?

Pertama-tama, kamu harus kenali dulu seperti apa diri kamu saat menstruasi, misal gejala apa aja yang biasanya timbul dan solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Saya sendiri saat menstruasi biasanya akan muncul nyeri bahkan bisa sampai pingsan. Gejalanya banyak seperti nyeri perut, sakit kepala, sendi ngilu, dan otot pegal. Satu-satunya solusi terbaik untuk mengatasi ketika sedang sakit seperti itu adalah dengan beraktifitas, apalagi mendaki gunung. Medan yang sulit dan bawaan yang berat membuat saya terfokus kepada pendakian dan jadi lupa pada rasa nyeri yang ada. Nah, itu kalau saya. Kalau kamu tipe orang yang justru nggak boleh ngapa-ngapain ketika lagi nyeri haid, lebih baik disiasati dengan cara seperti membawa daypack (tas gunung ukuran 25-35 liter). Orang yang baru pertama kali naik gunung biasanya akan mengalami euforia, seperti pengin bawa banyak barang ataupun keril gede biar kelihatan keren kayak pendaki-pendaki lain. Jangan deh, daripada nanti kamu menyusahkan diri sendiri dan orang lain kalau harus bawain keril kamu. Kerilnya sendiri aja udah pasti berat, kan?

Kalau kamu biasa minum jamu atau obat pereda rasa nyeri (atau minyak angin) sebaiknya dibawa dan ditaruh di bagian yang udah dijangkau. Terus terang, kalau di “darat” saya sering ngerasa nggak kuat nyeri dan minum jamu kunyit asem kemasan yang katanya nggak baik buat kesehatan bila dikonsumsi terus-terusan. Tapi kalau lagi mendaki saya nggak pernah merasa perlu minum gitu-gituan dan kuat dengan sendirinya, mungkin karena kepikiran puncak. Semangat!!!

 

3. Kalau menstruasi ganti pembalutnya gimana dan sampahnya buang di mana?

Jawabannya, ganti di tenda, tapi itu kalau sudah sampai di camp area. Nah, kalau belum?

Mungkin banyak teman-teman yang kalau lagi menstruasi dalam sehari bisa ganti pembalut sampai lima atau enam kali. Saya juga begitu soalnya he..he.. It’s okay, kalau sedang di pendakian dan teman-teman merasa sudah “penuh” atau tidak nyaman, minta waktu sebentar kepada teman-teman rombongan dan mencari tempat yang aman untuk mengganti pembalut. Saya sarankan untuk memakai pembalut malam yang uurannya lebih panjang dan lebar. Kemudian masukkan ke dalam plastik, simpan di plastik khusus sampah pribadi dan letakkan di dalam keril. Pastikan tidak tercium bau darah karena dapat memicu datangnya hewan buas (kalau naik ke gunung yang ada hewan buasnya). Ketika sampai di camp area nanti, teman-teman bisa kembali mengganti pembalut dan membersihkan daerah kewanitaan dengan tisu basah yang setelah dipakai dibungkus plastik, lalu dimasukkan ke plastik khusus tadi untuk dibuang jika sudah sampai di rumah nanti — Ingat, jangan buang di gunung!!! Akan lebih baik jika teman-teman sudah menempelkan pembalut dengan underwear dari rumah, jadi tidak perlu repot memasang, karena saat di dalam tenda teman-teman akan sulit bergerak apalagi berdiri.

 

Itu dia tiga tips utama yang harus kamu perhatikan jika ingin mendaki saat menstruasi. Persiapkan fisik sebaik mungkin ya, dengan banyak minum air putih, makan yang bergizi, dan latih emosi — naik gunung biasanya sangat menguji kestabilan emosi kita, apalagi kalau lagi menstruasi yang senggol-dikit-bacok coba?

Lagi-lagi, kamu yang lebih mengerti sekuat apa dirimu. Jika memang ragu dan tidak mampu, lebih baik bersabar dulu dan undur pendakian sampai waktu yang pas. Itu tadi tiga pertanyaan yang paling sering ditanyakan, kalau ada pertanyaan lainnya bisa langsung kontak ke line nayadini atau email nayadini@icloud.com.

 

See you, travellers!

 

Nay.