Biasa Aja

Tidak ada yang tahu, sampai akhirnya sepasang mata itu bertemu. Setiap mereka membawa dunianya masing-masing. Berdiri tegap dengan setiap latar belakang yang dimilikinya. Diantara mereka ada dia, yang berharap dapat masuk ke dunia milik seorang lainnya. Namanya Aris. Bukan hanya nama lengkapnya yang ia hapal, Aris Prawira tetapi banyak hal lainnya. Kesukaannya, kegiatan favoritnya, bahkan masa lalunya selagi SMA dulu. Ia sudah tahu semuanya. 
Terus menurut lo gimana?tanpa ba-bi-bu lagi Cahya langsung bertanya pendapat Sita, di pertemuan pertamanya dengan teman chatting-nya selama ini.
“Apa?”
“Aris. Gimana pendapat lo tentang dia?”
“Biasa aja,” tanpa banyak pikir Sita menjawab pertanyaan itu.
Cahya shock mendengar jawaban itu. Tidak mungkin Sita mengabaikan lelaki macam Aris. Ia yakin sekali, baru kemarin Sita memuja lelaki itu.
“Ya gitu. Sama kayak yang selama ini ada di mimpi gue,” jawaban Sita itu membuat Cahya bingung. Kalimat itu terdengar menggantung, apalagi setelah dilihatnya ada sebuah senyum lebar terpasang di wajah Sita. Rupanya, sahabatnya sedang jatuh cinta.
“Falling in love.  

Who can explain it? Who can tell you why?

Some may give you reasons, 

but wise people nerver try,”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s